Negeri Titawaai terletak di Perairan Laut Banda yang sudah banyak diketahui mempunyai potensi keanekaragaman bawah laut yang tinggi. Termasuk di Negeri Titawaai, berdasarkan penelitan tim ekologi Yayasan Baileo Maluku.
Hasil pengamatan diperoleh persen tutupan karang 60,67% dengan kategori bagus karena kerapatan karangnya yang tinggi serta tidak ditemukannya karang mati pada transek pendataan di perairan Titawaai ini. Substrat bongkahan karang (Rock) 9%, patahan karang (Rubble) dan pasir (Sand) sangat sedikit hanya mencapai masing-masing 0,33% dan 1%. Untuk penutupan karang keras masih didominasi oleh Coral Encrusting (CE) 39% dan diikuti oleh Acropora Tabulate (ACT) 7% dan Coral Submassive (CS) 6,67% . Coral Encrusting yang mendominasi merupakan karang keras yang merayap mengikuti kontur substratnya yang dapat beradaptasi dengan kondisi perairan Titawaai. Sementara Soft Coral (SC) juga ikut mendominasi di lokasi perairan Titawaai ini yakni 23%.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa keanekaragaman terumbu karang di Titawaai dahulu merupakan tempat penangkapan ikan yang destructive misalnya dengan bom karena banyaknya soft coral yang mendominasi daerah ini, namun dapat dilihat bahwa alam perairan Titawaai ini berusaha memulihkan dirinya dengan kerapatan penutupan bentuk pertumbuhan karang keras dengan persentase yang tinggi di Pulau Nusalaut ini. Adanya indikator lain yang mendukung Kesehatan terumbu karang di negeri ini seperti tingkat kecerahan yang bagus berkisar hingga 15 meter horizontal, arus yang stabil serta suhu normal antara 29oC – 30oC perairan tropis.

